Menu Close

Fakta Nutrisi Beras Organik

berqas organik

Beras, atau dikenal dengan nama latin Oryza sativa, merupakan salah satu gandum sereal tertua di seluruh dunia, dan orang-orang telah membudidayakan tanaman ini selama lebih dari 5000 tahun. Beras atau nasi merupakan makanan pokok lebih dari setengah populasi manusia di seluruh dunia, dan 90 persen beras, termasuk beras organik, yang ada saat ini berasal dari Asia. 

Ada ribuan jenis beras, dan tergantung bagaimana produsen membudidayakannyha, beras akan masuk ke dalam satu dari dua kelompok, yaitu putih dan cokelat (gandum utuh). Beras putih merupakan jenis yang paling sering dijumpai, meskipun beras cokelat dan beras organik mengandug lebih banyak manfaat bagi kesehatan. Beras cokelat hadir dalam berbagai corak warna, termasuk kemerahan, keunguan, ataupun hitam. Para produsen bahan makanan dapat membuat banyak produk menggunakan beras organik, seperti tepung beras, sirup beras, minyak beras, dan susu beras. 

Baik beras putih dan cokelat keduanya mengandung karbohidrat dan beberapa protein, dengan hampir tidak mengandung lemak ataupun gula sama sekali. Beras yang dimasak dan telah menjadi nasi mengandung banyak air, dan memenuhi hampir 70 persen dari berat total. Beras organik putih dan cokelat memiliki kalori, karbohidrat, protein, dan lemak yang sama. Misalnya, dalam 100 gram sajian nasi putih mengandung kalori sebanyak 130, 28,7 gram karbohidrat, 2,36 gram protein, dan 0,19 gram lemak. 

Kandungan utama beras organik adalah karbohidrat, yang mana memenuhi hampir 80 persen dari berat kering total. Kebanyakan karbohidrat kaya kandungan zat pati, yang mana merupakan bentuk karbohidrat paling sering dijumpai dalam makanan. Pati terbuat dari ranta panjang glukosa yang disebut amylose dan amylopectin. Jenis berat yang berbeda mengandung jumlah senyawa ini yang berbeda pula, yang mana akan memengaruhi tekstur nasi. 

  • Beras basmati kaya kandungan amylose, sehingga tidak akan lengket satu sama lain setelah dimasak
  • Beras ketan rendah kandungan amylose dan tinggi kandungan amylopectin, yang membuatnya lengket dan menyatu saat dimasak. 

Senyawa tersebut juga memengaruhi bagaimana tubuh dapat mencerna nasi. Tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna nasi dengan kandungan amylose yang tinggi karena amylose memperlambat pencernaan pati. Sementara itu, tubuh dapat mencerna beras ketan dengan lebih mudah. Meskipun banyak orang lebih suka rasa dan tekstur beras ketan, pencernaan yang cepat dapat menyebabkan peningkatan level gula darah yang tidak sehat, terutama bagi mereka yang menderita diabetes. 

Beras organik cokelat mengandung jumlah serat diet yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras putih. Pada saat pemrosesan beras putih, butiran beras kehilangan dedak atau kulit biji yang mengandung banyak serat. Dedak tersebut mengandung serat tak larut, seperti hemicellulose, dan hampir tidak ada serat larut apapun. Beras putih dan cokelat organik juga mengandung serat larut dalam jumlah yang beragam yang disebut pati resisten. Pati resisten dapat meningaktkan butyrate di dalam usus. Butyrate ini dapat meningkatkan kesehatan usus dengan cara mengurangi peradangan, meningkatkan fungsi pembatas usus, dan mengurangi risiko kanker usus. 

Beras putih mukan beras hasul olahan yang telah hilang dedak. Hal ini akan meningkatkan kualitas memasak, umur simpan, dan rasanya, namun kehilangan nilai nutrisi yang terkandung di dalamnya. Namun, para produsen sering memperkaya beras putih atau mengganti beberapa vitamin setelah proses dilakukan. Sementara itu, beras organik cokelat merupakan gandum utuh yang sangat bernutrisi dan mengandung banyak serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. 

Sumber:

https://www.medicalnewstoday.com/articles/318699#white-vs-brown-rice
https://www.healthline.com/nutrition/best-rice-brand

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *