Menu Close

Mengenal Lebih Jauh Obat Saridon

saridon obat sakit kepala

Apabila kepalamu kerap terganggu ketika sedang melakukan aktivitas yang padat dan butuh waktu cepat dalam meredakannya, Saridon mungkin bisa menjadi pilihan untuk mengatasinya. Sebagai informasi, Saridon merupakan obat analgesik atau penghilang rasa sakit yang digunakan untuk mengatasi sakit kepala. Saridon juga punya indikasi dalam mengobati sakit gigi dan meredakan rasa tidak nyaman karena nyeri lain. 

Di dalam Saridon terkandung paracetamol, propyphenazone, serta kafein, sebagai zat aktifnya. Bahan-bahan aktif tersebut telah memang sudah terbukti efektif menjadi solusi cepat redakan sakit kepala dan sakit gigi.

Untuk mengenal lebih jauh lagi, mari simak penguraian tentang obat Saridon di bawah ini. Akan tetapi perlu diingat, kalau-kalau informasi yang tersedia di artikel ini bukanlah pengganti dari nasihat medis. Oleh karenanya, tetap disarankan untuk berkonsultasi pada dokter atau apoteker sebelum kamu mengonsumsi Saridon.

Dosis Saridon untuk anak-anak:

Anak-anak berusia 6-12 tahun amannya meminum obat Saridon dengan dosis ½ – 1 tablet sebanyak 3-4 kali sehari.

Sedangkan untuk dosis obat Saridon bagi anak-anak di atas 12 tahun, Saridon dapat diminum dengan dosis 1 tablet sebanyak 3-4 kali sehari.

Dosis obat Saridon untuk orang dewasa:

Dan untuk orang dewasa, obat Saridon dapat dikonsumsi dengan dosis 1 tablet sebanyak 3-4 kali sehari.

Bagaimana aturan pakai obat Saridon?

Minum Saridon sesuai dengan aturan yang tertera pada kemasan. Sebaiknya, obat ini diminum setelah makan dengan air secukupnya. 

Telan obat Saridon secara utuh; jangan menghancurkan, mengunyah atau membelah tablet, kecuali dianjurkan oleh doktermu.

Apa efek samping dari penggunaan obat Saridon?

Sama halnya dengan obat-obatan pada umumnya, Saridon juga berpotensi menimbulkan efek samping bagi beberapa orang. Gejala dan tingkat keparahan efek samping yang muncul mungkin bervariasi. Di bawah ini, adalah efek samping yang bersifat ringan dan umum terjadi setelah mengonsumsi Saridon, yakni:

  • Mual
  • Muntah
  • Sembelit (konstipasi)

Efek samping yang disebutkan di atas pada umumnya akan menghilang dengan sendirinya. Namun, tidak menutup kemungkinan jika Saridon dapat memicu terjadinya reaksi hipersensitivitas atau anafilaksis (alregi parah), walaupun kasus kejadiannya sangat rendah. Segera hentikan konsumsi Saridon jika terjadi gejala-gejala sebagaimana disebutkan di bawah ini:

  • Ruam kulit 
  • Gatal-gatal
  • Pembengkakan di wajah, tenggorokan, atau pun lidah
  • Sesak napas

Penggunaan Saridon dengan dosis besar dan jangka waktu lama berpotensi menyebabkan kerusakan fungsi hati. Apabila setelah minum obat ini selama lima hari kondisi kesehatan kamu tak kunjung membaik, segera konsultasikan dan periksakan diri ke dokter. Bahkan, alangkah baiknya, kamu konsultasikan pada dokter atau apoteker apabila kamu belum yakin mengonsumsi Saridon.

Agar tetap bak ketika digunakan, penyimpanan obat Saridon perlu diperhatikan. Disarankan obat ini disimpan di bawah suhu 30 derajat Celsius, namun jangan dibekukan. Jauhkan dari tempat yang lembap dan paparan sinar matahari langsung. Jangan disimpan di kamar mandi. Jauhkan pula obat Saridon dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan, kecuali bila diinstruksikan. Buang produk Saridon bila masa berlakunya telah habis atau sudah tidak diperlukan lagi.

Itulah informasi yangbisa diketahui mengenai Saridon, produk untuk mengatasi sakit kepala. Sebagai obat bebas, obat ini memang dapat digunakan tanpa perlu resep dokter. Kendati demikian, obat ini tetap perlu digunakan secara hati-hati, saksama, dan penuh kewaspadaan. Sebab, bukan tidak mungkin Saridon menimbulkan efek samping tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *