Menu Close

Tempra Forte: Dosis, Kegunaan, dan Efek Samping Obat

Tempra Forte merupakan obat sirup penurun panas anak dengan kandungan parasetamol (asetaminofen). Parasetamol bekerja sebagai obat anti nyeri, sehingga Tempra Forte juga bisa digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. 

Simak artikel berikut untuk mengetahui dosis, cara pakai, serta efek samping penggunaan Tempra Forte bagi anak-anak. 

Deskripsi obat

Tempra Forte merupakan obat bersertifikat halal yang mengandung parasetamol. Parasetamol sebagai antipiretik sekaligus analgetik. Parasetamol mempengaruhi pengaturan suhu di otak sehingga suhu tubuh panas bisa kembali normal, serta meningkatkan ambang rasa sakit yang dapat meredakan rasa nyeri.

Demam bisa terjadi karena banyak hal, misalnya infeksi virus atau bakteri, atau setelah menerima imunisasi. Demam setelah imunisasi umum terjadi. Saat menerima imunisasi, tubuh menganggap imunisasi makhluk asing sehingga meningkatkan respon daya tahan tubuh dan menyebabkan suhu tubuh meningkat. Demam juga mengakibatkan otot berkontraksi sehingga tubuh merasa nyeri dan menggigil. 

Komposisi obat

1 botol Tempra Forte berisi 60 mL. Setiap satu takar obat (5 mL) mengandung paracetamol 250 mg. Selain kandungan zat aktif, Tempra Forte juga mengandung perisa jeruk sehingga tidak akan terasa pahit ketika diminum. Orang tua pun tidak akan kesulitan memberi obat ke si kecil.

Indikasi dan kegunaan

Tempra Forte berkhasiat untuk meredakan demam si kecil dan juga nyeri ringan hingga sedang, baik akibat sakit gigi atau tumbuh gigi baru, nyeri otot,  dan nyeri sendi ringan. Obat ini juga bisa digunakan untuk: 

  • Sakit kepala 
  • Meringankan gejala flu seperti sakit kepala, nyeri, dan demam
  • Mengobati nyeri dan demam pasca imunisasi

Dosis dan aturan penggunaan

Tempra Forte aman diberikan oleh anak berusia 6 tahun ke atas dengan dosis sebagai berikut:

  • Anak usia 6 hingga 12 tahun: 5 hingga 10 mL sebanyak 3 kali sehari, sebelum atau setelah makan.
  • Anak diatas 12 tahun: 10-12,5 mL sebanyak 3 kali sehari, sebelum atau setelah makan.

Gunakan sendok takar yang telah disediakan di dalam kemasan untuk mendapatkan dosis yang tepat. Jangan konsumsi obat dengan dosis berlebih kecuali sesuai dengan anjuran dokter. Apabila Anda melewatkan satu dosis, jangan konsumsi obat dengan dosis ekstra pada waktu minum obat berikutnya. Penggunaan dosis tinggi bisa meningkatkan kemungkinan efek samping berbahaya seperti kerusakan hati.

Agar tidak terlupa, konsumsi Tempra Forte pada waktu yang sama setiap harinya atau membuat jadwal harian untuk memantau jadwal penggunaan obat. 

Efek samping yang harus diwaspadai

Setelah meminum Tempra Forte, anak Anda mungkin merasakan efek samping berupa gangguan pencernaan seperti:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri pada perut bagian atas.
  • Feses berwarna agak gelap.

Beberapa anak mungkin mengalami gangguan lain seperti:

  • Gatal dan ruam di kulit.
  • Tubuh merasa Kelelahan.
  • Kehilangan nafsu makan.

Efek samping tersebut biasanya bersifat ringan dan akan hilang dengan sendirinya. Tapi jika efek samping berlanjut atau semakin parah, hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter.

Bila si kecil masih demam lebih dari 2 hari (48 jam) atau bila masih merasa sakit atau nyeri lebih dari 5 hari setelah menggunakan Tempra Forte, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. 

Siapa saja yang boleh meminum Tempra Forte?

Tempra Forte memiliki konsentrasi parasetamol yang lebih padat, sehingga dosis kecil mengandung parasetamol yang cukup banyak. Tempra Forte hanya boleh diberikan oleh anak berusia 6 tahun ke atas. 

Ibu hamil dan ibu menyusui yang ingin menggunakan Tempra Forte diharapkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelumnya. Pasien dengan gangguan fungsi hati atau ginjal yang berat serta hipersensitif terhadap parasetamol sebaiknya menghindari Tempra Forte.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *